AlizaPutri’BLog

BRAND IMAGE

Posted by: alizaputri on: April 17, 2009

Sebagaimana kita ketahui, merk atau brand image juga merupakan salah satu aspek utama keberhasilan suatu usaha atau produk, jadi bagi anda yang berkeinginan untuk menekuni hobby yang satu ini ke tingkat yang lebih profesional dan komersil, maka tidak ada salahnya untuk merencanakan merk anda dengan lebih seksama dan mendalam.

Pada berbagai perusahaan dengan skala internasional, brand image bukan saja menjadi sekedar identitas bagi konsumen, melainkan menjadi equitas (brand equity), yang bisa dinilai dengan nilai mata uang dan bisa diperjual belikan, karena dari citra yang dimiliki, pemilik akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk pola dan perilaku konsumsi dari pelanggannya.

Kebanyakan pengusaha yang telah aware mengenai pembentukan identitas merk, mengaplikasikan ciri merknya ke dalam berbagai media pendukung misalnya: kartu nama, box packaging, dekor toko, website, plastik bag, seragam karyawan, dan lain sebagainya. Dan pengaplikasiannya pun diperhatikan dengan seksama, terutama dari pemilihan warna dan bentuk font, yang tidak ter-distorsi antar satu media dengan media lainnya.

Perlu diketahui mengenai brand atau merk ini, bahwa tidaklah cukup dengan hanya memiliki sebuah logo yang menarik dan enak dilihat, karena berbagai aspek dari sebuah merk juga perlu mewakili unsur-unsur implisit dan konsep yang hendak ditampilkan, seperti berbagai pilihan sebagai berikut: konsep harga yang terjangkau, bersih, modern, hi-tech, kualitas rasa, kualitas bahan baku, originalitas, western style, european style, berkesan merk waralaba yang telah banyak dikenal, home-made, dan lain-lain.

Salah satu produk yang telah menjadi brand image sampai sekarang yaitu AQUA, HONDA, SOFTEX, JEANS ATAU LEVIS DLL. Dimana semua masyarak tau kalua air mineral itu adalah Aqua, walaupun banyak merk air mineral yang lain.

TRAGEDI SITU GINTUNG

Posted by: alizaputri on: Maret 28, 2009

SITU GINTUNG CIPUTAT TANGERANG SELATAN JUMAT 27/3/09 04.30

Situ Gintung yang tadinya tempat wisata untuk keluarga ini jebol dan menyebabkan banjir bandang. Rumah – rumah sekitar tenggelam dan sebagian hancur tak tersisa. Korban tewas akibat jebolnya tanggul Situ Gintung hingga Sabtu 28/3/09 siang mencapai 78 orang. Tim penyelamat terus mencari 100 orang yang dinyatakan hilang. Pencarian difokuskan pada kali pesanggrahan dan daerah yang masih tergenang air. Diduga puluhan korban masih hilang dan jam 08.00 Sabtu hari ini saja baru ditemukan lagi 12 orang. Kebanyakan korban dari kalangan anak – anak dan kaum wanita karena pada saat tanggul itu jebol mereka sedang terlelap tidur. Ratusan jiwa lainnya masih terjebak di rumah-rumah mereka yang terendam banjir setinggi hingga 2 meter dan belum dievakuasi. Kondisi rumah-rumah yang hancur dan tenggelam di Cirendeu – Ciputat ini boleh dibilang mirip dengan tsunami di Aceh. Sangat memprihatinkan, memilukan dan masyarakat memerlukan banyak pertolongan.
Asal mulanya tanggul situ gintung itu jebol, pada hari Kamis 26/3/09 intensitas hujan di daerah Tanggerang Selatan ini sangat tinggi dari jam4 sore sampai malam menjelang. Karena intensitas hujan yang tinggi itu tanggul Situ Gintung tidak kuat lagi untuk menahan debit air yang ada. Dan tanggul itupun memang sudah lama dan tidak pernah diperbaharui. Maka pada 27/3/9 Jumat pada pukul 04.30, tanggul yang tidak dapat menahan debit air yang ada itupun jebol.

AKAN DIBUAT UU NIKAH SIRIH

Posted by: alizaputri on: Maret 25, 2009

Banayak zaman sekarang artis – artis yang melakukan nikah siri, maka terbersit kabar bahwa negara akan membuat undang – undang anti nikah siri. Ini semua dilakukan untuk melindungi kaum perempuan.
Karena praktik nikah siri atau nikah dibawah tangan demikian dapat menimbulkan fitnah dan merugikan kedua belah pihak. Memang nikah siri itu sah, cuma dia tidak diakui oleh negara dan dengan begitu dapat menimbulkan fitnah untuk kedua belah pihak. Maka bila seseorang ingin melakukan pernikahan mengapa harus takut untuk diketahui orang banyak. Pada zaman sekarang nikah siri kebanyakan dilakukan dengan alasan yang tidak benar.
Departemen agama ( Depag ) kini mempersiapkan pengajuan Rencan Undang – Undang Materil Peradilan Agama ( HMPA ) guna melengkapi undang – undang perkawinan no.1 tahun 1974, sehingga hakim dalam memutuskan perkara yang berkaitan dengan perkawinan agar mempunyai pegangan yang kuat.

RUMAH SAKIT JIWA UNTUK CALEG

Posted by: alizaputri on: Maret 24, 2009

Semua orang ingin menjadi Caleg, padahal persaingan untuk menjadi dewan terhomat itu sangat ketat. Bayangkan saja sebanyak 11.215 orang merebutkan hanya 560 kursi di DPR dan 1.109 orang memperebutkan 132 kursi di DPRD. Dan mereka bersaing mendapatkan suara terbanyak dari masyarakat. Padahal memperoleh suara terbanyak belum menjadi jaminan untuk mendapat tiket menuju kesenayan. Itu semua harus dilihat apakah partainya pendapat suara yang mencukupi. Jika sang partai tidak mendapatkan suara yang mencukupi meski si calon mendapat suara yang banyak, dia dan partainya tidak dapat melenggang kesenayan.
Maka disiapkanlah rumah sakit untuk caleg yang stress setelah pemilu nanti. Ini bukan bercanda, tapi memang kenyataannya begitu. Bayangkan saja, untuk mendapatkan nomor urut kecil dalam daftar urut caleg, mereka harus merogoh kantong dalam – dalam. Belum pengeluaran lain seperti kampanye, pastinya harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal lagi. Dan itu semua mereka lakukan bukan harta mereka yang banyak, tapi kebanyakan mereka menjual harta benda mereka untuk memenuhi kampanye mereka. Dan ada juga yang berhutang untuk memenuhi biaya dalam berkampanye. Maka bila mereka tidak terpilih, mereka akan pusing tujuh keliiling untuk menutupi hutang dan malu. Dari sanalah pangkal gangguan yang berujung pada sakit jiwa.
Utang yang menggunung, bisnis bangkrut dan belum lagi diceraikan oleh istri membuat mereka stres berat. Maka Direktorat Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan untuk menyiagakan semua dokter di seluruh Indonesia.

SEJARAH IKLAN

Posted by: alizaputri on: Maret 24, 2009

Ternyata sejak zaman neolitikum ( + 5.000 SM. ) orang sudah melakukan apa yang sekarang disebut beriklan. Karena secara prinsip, aktivitas iklan merupakan aktivitas komunikasi yaitu suatu bentuk penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Menurut Jack Angel (1980), bentuk iklan yang paling awal disampaikan melalui: komunikasi lisan, dalam bentuk tatap muka, dari mulut ke mulut (word of mouth). Saat itu, iklan digunakan dalam berbisnis (barter). Iklan yang mereka lakukan umumnya membutuhkan kehadiran barang. Pada masa Yunani kuno, praktik periklanan lisan masih banyak dilakukan oleh penjaja barang (salesman) yang berteriak kelliling kota. Saat itu masyarakat masih banyak yang belum bisa baca-tulis, bahkan kalangan menegah ke atas sekalipun. Mereka lebih mengerti simbol-simbol visual bukan tertulis dan komunikasi verbal. Dalam menawarkan kosmetik, misalnya, merek Aesclyptos yang saat itu sangat terkenal, para salesman di sana mengkomunikasikannya dengan nyanyian seperti puisi. Contohnya:
Demi mata bersinar, demi pipi bagaikan fajar
Demi kecantikan yang akan sirna sesudah masa remaja itu purna, demi harga sebagai alasannya,
kaum wanita yang mengerti, akan membeli kosmetik Aesclyptos.
(Dunn & Barban, 1978)
Ketika manusia sudah mengenal tulisan, dimulailah era baru periklanan, yaitu: menggunakan media. Saat itu masih menggunakan media yang disediakan oleh alam, seperti: batu, tanah liat, daun papyrus, kulit binatang, dll. Namun, iklan melalui komunikasi lisan masih terus dilakukan. Bukti-bukti peninggalan iklan pada saat itu :
ditemukan iklan “lost and found” yang tertulis pada papyrus, ditempel di dinding2 kota.
Iklan tentang pertarungan gladiator.
Iklan politisi, berbentuk grafity.
Iklan2 tersebut menggunakan pena yang terbuat dari alang-alang. Menurut Wright (1978), sebagaimana dikutip oleh Liliweri (1992), bahwa perkembangan iklan cetak sudah dimulai sejak zaman Mesopotamia dan Babilonia (+ 3.000 SM.) yang dilakukan oleh para pedagang. Saat itu, iklan menggunakan: logo, sign (tanda), dan simbol2 visual, sebagai wahana periklanan yang ditempelkan pada produk2 yang diperdagangkan sebagai ciri khas produknya. Pada zaman Romawi kuno, ditemukan iklan dalam bentuk stempel batu, yang banyak digunakan oleh para dukun untuk menjajakan ramuan obat-obatan yang dibuatnya. Stempel tsb. juga sering dicapkan pada punggung budak belian. (Ratna Noviani, 2002 : 2 – 3)
Pada era Julius Caesar, pesan iklan juga ditemukan dalam petunjuk yang digunakan untuk memberikan identitas toko.
Perkembangan iklan pada masa Romawi kuno sudah mencapai tahap mempersuasi konsumen untuk mendapatkan barang yang ditawarkan. Konsumen dihantarkan kepada barang2 setelah dipersuasi dengan informasi mengenai barang2 tersebut. Di Mesir, iklan terdapat pada pahatan batu di dinding2 piramid, yang berisi informasi tentang raja dan kekuasaannya. Nenek moyang kita pun membuat prasasti, khususnya yang dibuat oleh para raja, untuk mendokumentasikan berbagai hal yang sengaja dirancang untuk membangun citra kebesaran raja isi pesan mungkin tidak sesuai kenyataan karena sudah direkayasa untuk mengambarkan citra baik. Iklan makin berkembang setelah ditemukan kertas di Cina pada tahun 1275. Lebih berkembang lagi setelah ditemukannya mesin cetak di Mainz, Jerman pada tahun 1455 oleh Guttenberg. Menurut beberapa literatur, iklan pertama yang dicetak di atas kertas (dalam bentuk poster) adalah iklan yang menawarkan buku2 do’a agama Kristen, pada tahun 1472 di Inggris. Tahun 1622 di Inggris, muncul suratkabar pertama: The Weekly News yang didirikan oleh Bourne & Archer. Awalnya terbit pekanan… tiga tahun kemudian barulah terbit setiap hari. Pada tahun 1650, untuk pertama kalinya harian The Weekly News menyertakan iklan. Awalnya iklan tersebut masih bersifat terselubung. Barang2 yang ditawarkan umumnya barang kebutuhan pribadi & keluarga: makanan ringan, obat-obatan, & perumahan. Perkembangan iklan makin pesat ketika masa revolusi industri, diiringi munculnya suratkabar:
- Tatler (1709), by Richard Steele,
- Spectators (1711), by Steele & Addison,
Selain iklan makanan & minuman serta kebutuhan rumah tangga lainnya, mulai bermunculan iklan lowongan kerja, mutasi, pernikahan, kematian, dsb. Faktor lain pesatnya perkembangan iklan adalah suksesnya penerbitan yang ada. Kenapa para penerbit itu sukses? Tak lain karena meningkatnya masyarakat yang ‘melek huruf’ alias well educated. Kenapa masyarakat yang well educated meningkat? Sebab pemerintah AS menerapkan program wa-jar di sekolah2 modern tahun 1900, penduduk berusia 5 – 7 tahun yang melek huruf mencapai 80%.
Tahun 1920, materi cetakan iklan sudah mulai berwarna.
Kemajuan bisnis di AS mendorong munculnya inovasi2 baru: konsep department store kebutuhan akan iklan toko meningkat drastis, memunculkan direct mail & perusahaan yang secara khusus menanganinya, seperti: Montgomery Ward di Chicago. Namun saat itu di AS, iklan yang ada belum mampu menjangkau seluruh pelosok negeri – tidak seperti di Inggris. Hal itu disebabkan oleh keadaan geografis dimana letak kota2 di AS sangat berjauhan. Di sisi lain, kebutuhan untuk mengiklankan produk secara nasional makin besar.
Maka muncullah media baru Yang mampu meng-cover
secara nasional (nation wide) yaitu majalah.
Menuju era modern, Awal abad ke-19, periklanan akhirnya menjadi bisnis tersendiri yang menghasilkan keuntungan jutaan dolar. Pekerjaan iklan tidak hanya membutuhkan kemampuan menyusun kata-kata, namun juga memerlukan beragam keahlian dan penguasaan bidang ilmu. Kemajuan iklan – yang tidak hanya di AS & Inggris, melainkan juga di negara2 lain – banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknik cetak, khususnya cetak warna. Dalam aspek isi pesan (content) juga mengalami perkembangan, misalnya mulai melibatkan artis2 terkenal mulai menerapkan teknik identifikasi. Mulai muncul pebisnis2 periklanan yang terkenal (agen iklan perorangan): George Rowell menjadi agen iklan yang mengendalikan + 100 suratkabar. Francis Wayland Ayer terkenal karena mempelopori pengadaan riset sebelum membuat iklan. Masa kejayaan agen iklan perorangan mulai redup ketika The American Newspaper Publisher Association memutuskan untuk mengakhiri praktek agen iklan perorangan. Hal ini disebabkan adanya praktik2 yang mendominasi pemilik media, tidak menyenangkan & etis, sehingga merugikan suratkabar & pemasang iklan. Asosiasi suratkabar kemudian memutuskan untuk membayar dengan sistem komisi atas iklan yang dimuat. Perkembangan iklan sempat terpukul ketika Perang Dunia II resesi ekonomi melanda dunia, ribuan pabrik tutup, jumlah pemasang iklan merosot tajam, kepercayaan terhadap iklan media cetak mulai berkurang. Ditemukannya media radio memberi semangat baru bagi para perancang iklan. Meski tarif iklan radio lebih mahal, pengiklan di radio terus saja bertambah. Media ini disukai karena sifatnya yang serempak dan jangkauannya lebih luas – mampu menembus wilayah geografis yang sulit ditembus media cetak. Tercatat dalam sejarah, iklan radio pertama kali mengudara di Pittsburg, Pensylvania (AS), tanggal 2 November 1920. Radio adalah yang paling powerful sampai akhir tahun 1940-an. Tahun 1941-an, lahirlah media baru: TV. Karena sifatnya yang audio visual, maka TV merupakan inceran utama para pengiklan. Iklan TV pertama kali ditayangkan tahun 1948, dipelopori oleh J. Walter Thompson. Tahun 1955, TV mulai berwarna, maka iklan di TV pun semakin membludak. Pada akhir 1940 – 1950-an, konsumen berusaha menaikkan status sosialnya melalui konsumsi barang2 modern. Pada era ini, kreatif iklan berfokus untuk menonjolkan keistimewaan produk yang secara implisit menunjukkan pada penerimaan sosial, gaya, kemewahan, kesuksesan, dsb.
Tahun 1960-an mulai bergeser penekanannya, yakni pada citra (brand personality). Ketika itu iklan mulai mengaitkan produk dengan citra-citra tertentu, sehingga dikenal dengan “The Image Era of Advertising”. Akhir 1980-an, iklan masuk dalam era post-industrial. Era ini dimulai ketika masyarakat menyadari akan lingungan hidup dan munculnya ketakutan akan ketergantungan pada SDA ketika itu terjadi kekurangan sumber energi. Saat itu, iklan justru mendorong masyarakat agar mengurangi konsumsi, hemat listrik, mendaur ulang, dsb. Awal tahun 2000, iklan kembali mendorong masyarakat untuk menambah konsumsinya sebagai bagian dari gaya hidup. Akibatnya, yang semula konsumen mencari produk, berubah menjadi: produk mencari konsumen iklan menjadi sarana untuk mengondisikan khalayak sasaran agar siap menerima produk yang dihasilkan. Strateginya: iklan banyak menyampaikan kekurangan2 baru pada diri khalayak, direkayasa sedemikian rupa, yang nantinya kekurangan2 itu akan ditutupi oleh produk. Akhirnya, iklan menjadi alat untuk merekayasa khalayak agar melakukan perubahan2 dalam dirinya, mendorong konsumtivisme, menggeser nilai2 & norma2, pola hidup, dll. Seiring dengan perkembangan teknologi, iklan pun terus berkembang, baik dari segi medianya, jangkauannya, variasinya, kreativitasnya, teknik-tekniknya, dsb.

TUGAS SEORANG PR ( PUBLIC RELATIONS )

Posted by: alizaputri on: Maret 21, 2009

Faktor – faktor yang berpengaruh untuk Public Relations dalam mempromosikan pariwisata :
1. Globalisasi informasi
2. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
3. Reformasi dan otonomi daerah
Dengan adanya kantor – kantor otonomi daerah malah mempersulit investor – investor asing untuk menanam modal.
4 Masih sering terjadi distrosi informasi
5. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah masih rendah
6. Posisi dan SDM institusi kehumasan pemerintah masih lemah.
a. Perlakuan terhadap informasi
Kelemahan SDM humas tersebut tercermin pada kinerja di Humas, baik di kantor pusat Maupin di cabang. Dan sehingga performance Humas kurang baik atau menarik.
b. Pola pendidikan
• Rekruitmen untuk menjadi pejabat dan tugas humas belum didasarkan pada kriteria dan persyaratan yang diperlukan.
• Dan belum adanya standart kompetisi

Yang harus dimiliki Humas :
o Humas harus mempunyai link, yang fungsinya untuk:
a) Pelayanan
b) Material
o Layanan Informasi
a) Melalui humas ( satu pintu layanan informasi )
b) Melalui masing – masing instansi teknis terkait
c) Melalui koordinasi antara instansi tarkait dengan humas di masing – masing tingkatan, dengan berbagai bentuk kegiatan.
Sebagai Humas harus bias menjadi team leader untuk menangani pariwisata di Negara kita. Agar para turis dapat tau apa saja yang dimiliki oleh Negara kita.
Untuk memasarkan pariwisata kita, Departemen pariwisata sudah membuat blog untuk mengiklankan pariwisata yang ada. Dalam PR harus bias menjalin hubungan dengan media agar citra perusahaan dapat meningkat.

Proses Humas :
• Sebagai Press agency
• Informasi model
• Pelayanan informasi terhadap internal organisasi dan masyarakat.Baik langsung maupun tidak langsung mengenai kebijakan, program dan segala macam kegiatan.
• Membuka saluran komnikasi dua arah
• Membangun citra
Agar masyarakat percaya terhadap lembaga. Sebagai Humas harus tau segalanya. Jadi Humas harus mempunyai informasi yang banyak dan dapt menjawab segala macam pertanyaan. Dan harus mempunyai wawasan yang luas. Humaspun harus mempunyai mental yang kuat, karena Humaslah yang sering menerima keluhan. Humas harus kreatif dalam menciptakan publikasi.

Wujud rill dari pekerjaan Humas :
• Mengumpulkan informasi dan menyampaikan informasi, salah satnya harus bisa bekarjasama dengan bloger dan instansi lain.
• Harus bisa mengerjakan Company Profile
• Pelayanan informasi internal.

TATA CARA PEMILU

Posted by: alizaputri on: Maret 20, 2009

Pemilu tahun 2009 ini berbeda dengan pemilu tahun sebelumnya. Maksudnya berbeda disini adalah tata cara pengambilan suaranya. Kalau tahun lalu dicoblos, sekarang namanya dicontreng. Untuk DPR dan DPRD dapat menyontreng 2kali maksudnya 2kali disini adalah anda dapat menyontreng digambar partai dan nama calon legislatif (tapi jangan beda partai ya)!sama juga untuk DPRD digambar partai dan foto si calonnya.Satu kali contreng saja juga boleh ko!!
Mari kita berpartisipasi untuk negara tercinta kita!!Ikuti kata hati dan jangan ada paksaan dari siapapun..Suara anda berpengaruh untuk kemajuan negara kita.. ;) benderaku

Hello world!

Posted by: alizaputri on: Oktober 28, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


  • Tidak ada
  • lyga Judanugraha: Trima kasih banyak atas artikelnya sangat membantuku sekali.... :) hehehe
  • Dharu: "Situ Gintung" dulu banyak di favoritkan oleh orang-orang yang memadu kasih, karena tempatnya sangat nyaman, sejuk & rindang karena banyak pohon-p
  • alizaputri: yap..doakan saja biar cpt terlaksana UU anti nikah siri!!agar lembaga perkawinan tidak dimain2kan.. ;)

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.